Guru Yogi, Sang Guru Honorer Penggerak Pemuda Peduli Lingkungan di Lombok Tengah
Lombok – Sekolah Guru Indonesia (SGI) melalui ADAB Project berbasis Climate Learning Exploration & Action with Reflection (CLEAR) berkomitmen membangun kebiasaan positif dalam menghidupkan budaya sekolah sebagai langkah awal perubahan bagi lingkungan. ADAB Project CLEAR adalah program inovatif yang diinisiasi SGI untuk pembelajaran perubahan iklim yang dilaksanakan di sekolah di beberapa wilayah salah satunya Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Yogi Wahyudi, Pelaksana ADAB Project CLEAR di SMPN 2 Jonggat, Lombok Tengah, mengatakan perjalanan memulai project tersebut tidak mudah di mana keadaran siswa akan lingkungan masih rendah, sampah menumpuk dan dibuang sembarangan, serta minimnya fasilitas pengelolaan sampah; namun Guru Yogi, sapaan akrabnya, percaya jika perubahan besar selalu lahir dari langkah kecil yang dikerjakan dengan hati.
“Saya sedih melihat sekolah yang bersih hanya saat ada lomba, sampah yang dibuang sembarangan dianggap biasa, dan generasi muda di sekolah tumbuh tanpa rasa memiliki kesadaran terhadap kebersihan lingkungan,” ujar Guru Yogi. “Sebagai guru honorer dan pembina pecinta alam, saya merasa terpanggil untuk memulai perubahan dari sekolah,” tegasnya.
Guru Yogi meyakini bahwa mencetak siswa pintar saja tidak cukup, mereka harus menjadi manusia peduli, berkarakter, dan siap terlibat dalam solusi. Maka ia memulai langkah sederhana dengan melakukan penghijauan di sekolah, membuat bank sampah mini, mengadakan lokakarya ecobrick & ecoenzym, membudidayakan maggot untuk sampah organik, berdiskusi seputar kebijakan lingkungan, kunjungan belajar persemaian bibit, dan memulai kerajinan tangan dari sampah.
“Saya sadar, generasi muda adalah kekuatan terbesar untuk memulai transformasi sosial–ekologis. Dari sini lah gerakan lingkungan mulai saya bangun secara lebih terarah. Setiap tawa dan rasa lelah mereka adalah bukti bahwa pendidikan sejati bukan hanya tentang teori, tapi pengalaman yang membekas dan mengubah pola pikir,” terang Guru Yogi.
Kini lebih dari 120 siswa ikut bergerak, SMPN 2 Jonggat mulai dikenal sebagai sekolah pelopor penggerak lingkungan, bahkan masyarakat sekitar mulai terlibat. “Perjalanan ini masih panjang, tapi saya yakin ketika pemuda diberi ruang, kepercayaan, dan nilai perjuangan, mereka bukan hanya penerus masa depan, mereka adalah pencipta masa depan,” kata Guru Yogi.
Ia berharap ke depannya bisa mewujudkan komunitas lintas sekolah, inovasi pengelolaan sampah, dan Lombok Tengah menjadi wilayah hijau yang dipimpin pemuda peduli lingkungan.
“Mari terus bergerak, agar kebermanfaatan tidak berhenti. Karena bumi tidak membutuhkan orang hebat, ia membutuhkan orang yang peduli dan terus bertindak,” pesan Guru Yogi.
